Sabtu, 10 November 2012

Bidadari pagi

Matahari selalu meyakinkan kita
bahwa untuk setiap malam gulita dan panjang
pasti menyimpan nyala terang di ujungnya
Sisi terang yang berbeda dari satu waktu ke lain waktu.
Tetapi ada rasa syukur yang sama, ialah kehangatan
seperti genggaman tanganmu pada celah jemariku
menautkan kerinduan di bilah dada.

Gerimis kadang datang
tetapi itu akan memperindah ladang bunga
saat kugunting pelangi untuk pita rambutmu
membuat bidadari tak dapat turun ke bumi.
Kamulah pemandangan indahnya
sedang senyumanmu terekam abadi kuntum pagi.

Di rebak rambutmu, kucium semerbak melati
tiap kali kusibak helainya, aku menemukan wajahmu
manja berbisik pada angin. Akulah bidadari itu.


Cipt : Huda M Elmatsani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar